Nov 4, 2009
menulis lembaran

Memulai lembaran.....yang lama kusam

perjuangan belum berakhir dan takkan penah berakhir..ini hanya satu jalan aja dari sekian banyak jalan yang disodorkan pencipta buat kita...seleksi manusia di hidup ni berakhir sampai ruh terpisad dari jasad..dan jasad menikmati bau basah tanah.....only God Knows

itulah sejarah cinta,dalam kehidupan akan mengalir saja dan akan menemui muaranya, ada pelik air mata di dalamnya, terkadang suka tawa juga....itulah dinamika karena kita hidup, semoga lebih melesat lebih jauh lagi, karena itu semua pelajaran idup(mengomentari tulisan indah K;teater cinta)

i know live often brings bout d unpredictable, when we r quite sure that our plan wud go smutly, it goes d other way.When we propose a solution to our problm, more problems pour down us....ohh otak kanan dan perasaan ku bermain..prepaire for 2morow/ scond exam, kip strugling, fihgting....smilin..:)pagi duniaaaaaaaaaaaa
 
posted by Nurul....:) at 19:05 | Permalink | 0 komen ta'
Feb 15, 2009
Cinta ataukah Murka-Mu

"Telah timbul kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan-tangan manusia, sehingga Allah memberikan kepada mereka sebagian (akibat) dari perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar”. (QS QS. al-Rum ayat 41)

''Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, bila ia mendapat kebaikan dia menjadi kikir.'' (QS Al-Ma'arij [70]: 20-21). Ujian merupakan alat ukur keimanan dan ketakwaan seseorang, sampai di mana taraf keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

''Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.'' (QS Al-Mulk [67]: 1-2).

Sebuah pemandangan yang jarang untuk terlihat sepanjang belasan tahun terakhir, terjadi di beberapa daerah di Tanah Sulbar Mala’biq ini , Ada yang tewas meninggalkan keluarganya, menyisakan cinta dan kerinduan untuk jiwa yang tak siap untuk dipisahkan, banyak orang yang terluka. Kerangka rumah-rumah berserakan . pagar sebuah sekolah roboh, buku-buku berserak, pepohonan meninggalkan jejaknya, bahan pangan sulit untuk didapatkan, begitupun air bersih. Hamparan kuning menghiasi pematang sawah yang siap panen tiba-tiba rata dengan Lumpur . Ombak tak begitu memperlihatkan gelombang yang indah memecah kepantai, pecah mengenai tembok penghalang dan rumah-rumah masyarakat. Laut kemudian tidak menjadi pemandangan yang indah dengan hamparan biru yang menyejukkan, banyak nelayan yang kehilangan kesempatan untuk mengeruk nikmat untuk menyambung hidupnya Ya.. bencana datang. Apa yang telah kami telah lakukan pada alam ini hingga nampaknya alam tidak menunjukkan keramahannya pada kami.

Ya Allah, musibah datang silih berganti, sangat cepat. Belum sempat kami menghitung jarak hari dari satu musibah ke musibah lainnya. Belum sempat kami memahami apa yang terjadi. Kami takut Kau marah, seperti terhadap kaum Nabi Nuh, yang ingkar dan menyekutukan-Mu.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' (QS Hud: 25-26)

Ya Allah, kami yang bodoh dan hina ini tidak ingin berprasangka buruk, tak ingin lagi bertanya, apakah segala bencana ini tanda cinta atau kemurkaan-Mu? Bantulah kami memahami semua yang terjadi dan hentikan ketakutan kami. Cukuplah kaum Nabi Nuh as, kaum Nabi Luth as merasakan kepedihan karena ingkar, jangan lagi timpakan kepada kami bencana. Cukupkan ya Allah, cukupkan sampai di sini.

Ya, Allah ... telah begitu banyak kesesatan terjadi dan sebagian dari kami melihatnya sebagai suatu yang biasa. Bahkan, bencana yang bertubi-tubi inipun tak membuat kami benar-benar sadar dan mengubah tingkah laku kami. Kami lebih suka berdebat termasuk tentang berbagai bencana ini, apakah atas kehendak-MU atau gejala alam biasa , kami lebih suka mencari-cari penyebab dan saling menyalahkan, padahal semua yang terjadi ada dalam firman-MU. Kami lupa kembali pada firman-firman suci itu. Kami merasa mengetahui semuanya, berkehendak atas semuanya. Kami merasa kematian tidak pernah datang tiba-tiba, tapi mengikuti keinginan dan khayalan kami.

Jangan jadikan kami kaum Nabi Nuh. Orang-orang kaya, bangsawan, dan terpandang mengusir orang lemah, orang-orang miskin, atas nama persamaan dan menantang kekuasaan-MU. Jangan biarkan kami menyekutukan-MU, membiarkan kami melambai-lambai perahu Nuh yang menjauh dalam arus air bah yang semakin besar.

Manusia dan Alam

Alam sesungguhnya memiliki posisi istimewa sebagai salah satu tanda eksistensi Allah Swt. (ayat kauniyah) (QS. al-Fusshilat: 53, al-Jatsiyah: 13). Keberadaan alam secara langsung menunjukkan adanya sang pencipta. Seandainya alam tercipta secara kebetulan, maka tidak akan ditemukan keteraturan di dalamnya. Selain sebagai tanda eksistensi Allah swt, Surat al-Jatsiyah di atas dan al-Baqarah: 29 juga menegaskan bahwa penciptaan alam juga terkait dengan kepentingan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Karenanya alam diciptakan dalam pola-pola tertentu yang teratur (QS. al-Furqan: 2 dan al-Qamar: 49) agar manusia dapat dengan mudah memahami alam dan memanfaatkannya.

Peran penting alam bagi kehidupan manusia juga tersimbolkan pada posisi Ka’bah, lokus muslim menghadapkan dirinya pada Allah Swt, yang berada di titik pusat bumi. Al-Quran juga menyatakan, manusia hakikatnya berasal dari alam juga (QS. al-Sajdah: 7).

Karena itu Allah Swt secara tegas melarang manusia merusak keteraturan alam (QS. al-A’raf: 56, 74, 85, al-Syuara: 151) dengan menempatkan kesalahan tersebut setingkat di bawah memusuhi Allah dan Rasul, serta mengancam pelakunya dengan hukuman mati, disalib, dipotong tangan dan kakinya bersalang-seling, atau diasingkan, sesuai dengan tingkat kerusakan alam yang ditimbulkannya (QS. al-Maidah: 33). Selain hukuman melalui tangan manusia lain tersebut, Allah Swt juga akan memberikan siksa secara langsung kepada manusia itu sendiri, seperti pemanasan global, angin puting beliung, banjir, atau longsor (QS. al-Rum: 41).

Jika alam tercipta secara teratur dan memiliki hubungan yang harmonis dengan manusia, lalu kenapa saat ini alam seakan memusuhi manusia? Jawabannya terletak pada QS. al-Rum ayat 41 di atas:Telah timbul kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan-tangan manusia, sehingga Allah memberikan kepada mereka sebagian (akibat) dari perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar”

Ayat di atas secara tegas memberitahukan pada kita bahwa alam tidak pernah merusak dirinya sendiri. Kerusakan alam lebih disebabkan oleh adanya kekuatan-kekuatan luar yang menghilangkan keseimbangan dan keteraturannya sehingga menghasilkan chaos, dan kekuatan perusak itu adalah manusia.

Kenapa manusia merusak alam? bukankah manusia adalah khalifah di alam ini dan kehadirannya untuk melestarikan alam?

Meski dicipta dengan segala keunggulannya, secara nature manusia adalah ciptaan Allah yang memiliki sifat-sifat kelemahan (QS. al-Nisa: 28) dan menjadi sebab kelalaian manusia pada misi utama penciptaannya. Dengan demikian, dalam diri manusia terdapat dua sifat yang bertentangan: kesempurnaan dan kelemahan, kebaikan dan kekurangan (QS. al-Syams: 7-8).

Kedua unsur tersebut berdialektika memperebutkan dominasinya atas diri manusia. Ketika unsur kesempurnaan mendominasi, maka manusia hidup di atas rel ketuhanan dan memperoleh kebahagiaan (QS. al-Syams: 9), sebaliknya, dominasi unsur negatif mengakibatkan manusia terjebak pada bencana dan kerugian (ayat 10), pribadi yang terakhir ini disebut al-Qur’an sebagai pribadi yang condong kepada kejahatan (QS. Yusuf: 53) sehingga melupakan Tuhan dan dirinya sendiri (QS. al-Hasyr: 19).

Maka dapat kita simpulkan bahwa berbagai bencana yang menimpa bangsa ini beberapa tahun terakhir ini sesungguhnya berakar pada satu hal: krisis kemanusiaan. Manusia telah lupa pada dirinya sendiri, hakikat, visi dan misi kehadirannya di muka bumi ini. Manusia, dalam lingkup yang lebih sempit: bangsa Indonesia, lupa bahwa dirinya adalah khalifah Allah yang bertugas menjaga alam agar tetap berjalan sesuai dengan kehendak Allah.

Kelupa-dirian manusia telah menjatuhkannya ke derajat yang lebih rendah: binatang, bahkan lebih rendah dari itu. Untuk memuaskan nafsu kebinatangannya manusia melakukan apa pun tanpa memedulikan akibatnya. Alam, yang sejatinya harus dilindunginya, berubah menjadi obyek eksploitasi demi pemuasan dirinya. Maka tidak heran bila hutan-hutan di daerah ini habis tereksplotasi. Akibat dari semua itu adalah, seperti tertera dalam Surat al-Rum di atas, terjadinya pemanasan global, banjir, longsor, gempa bumi, angin puting beliung, kecelakaan transportasi, kebakaran hutan, kekeringan, semburan lumpur panas dan berbagai bencana alam lainnya.

Lalu apa yang mesti kita lakukan? Jawaban yang diberikan Surat al-Rum di atas sudah sangat jelas: “kembali ke jalan kebenaran”, yaitu kembali kepada visi-misi penciptaan kita sebagai khalifah di muka bumi. Allahu A’lam

Cukupkah kita mengeluh. "Mengapa kita beruntun terkena bencana?" Atau kita, untuk kesekian kalinya, mengutip lagu lama Ebiet. "Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa ...." Ataukah, kita akan mengkaji kembali seluruh sikap kita pada ayat-ayat kauniyah atau realitas berupa alam sekitar milik Sang Mahaagung yang selama ini cenderung kita anak tirikan di hadapan ayat-ayat qauliyah? Lagu lama pendekatan keagamaan akan mengatakan bahwa bencana adalah musibah atas kehendak Allah. Musibah bisa merupakan cobaan, seperti yang diberikan pada orang-orang salih terdahulu. Namun, dapat juga merupakan hukuman seperti yang ditimpakan pada kaum-kaum sesat di masa lampau.

Bila musibah adalah cobaan, cara tepat buat menyikapinya adalah "bersabar" dan "berserah diri". Bila bencana adalah hukuman, kita harus mengucap "istighfar" dan mengubah perilaku. Dengan perspektif inilah para ulama tak henti mengingatkan betapa banyak perilaku maksiat yang bertebaran di sekitar kita. Rentetan bencana alam, dalam perpektif seperti ini, sangat mungkin disebabkan perilaku kita yang "semakin jauh dari Allah".

Jika bencana demi bencana ini merupakan peringatan dari-MU, maka tolonglah kami: Janganlah Engkau masukkan kami dalam golongan bangsawan dan putra Nuh yang durhaka itu, tapi masukkan kami dalam perahu Nuh, bersama puluhan pasang hewan-hewan itu. Ya Allah, kami sangat takut. Cukupkanlah sampai di sini.

Mengembalikan segala permasalahan kepada Allah SWT rasanya akan lebih menunjukkan bahwa memang manusia sangat membutuhkan pertolongan-Nya, serta meyakini bahwa di balik setiap kesulitan akan muncul kemudahan. Bersyukur terhadap segala pemberian Allah SWT, banyak maupun sedikit, besar maupun kecil akan membuat hati menjadi tenang dan tidak tergiur angan-angan. ''Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin, karena segala urusan dipandang baik. Dan tidak ada keadaan yang demikian itu kecuali hanya bagi seorang Mukmin. Apabila dia merasakan kesenangan, maka dia bersyukur. Apabila merasakan kesusahan, maka ia bersabar.'' (HR Muslim).

(Khanza_mencoba merenungi ayat hidupMu dan ayat yang Kau tuliskan …Ya Allah Jaga kami,kami ingin masuk ke rumahMu, padahal lama sudah kami mengetuk dari dalam pintuMU, kami selalu ingin ada di dekatmMU tak sadar sesungguhNya kami sudah berada di rangkulanMu, Ya Allah begitu banyak nikmat Yang kami lalaikan)

 
posted by Nurul....:) at 20:05 | Permalink | 0 komen ta'
Jan 5, 2009
kamipun turut (solidarity action for Palestine- Wes Sulawesi-Mamuju)


 
posted by Nurul....:) at 17:45 | Permalink | 0 komen ta'
Dec 21, 2008
Hari Ibu: sebuah persepsi
Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat meng'smsku. Ia bertanya mengenai latar belakang hari Ibu. Seperti biasa, bulan pada Desember banyak organisasi yang kemudian menganggap momen ini penting dan memutuskan untuk turut andil dalam perayaannya. Malam tadi aku minta tanggapan ibuku langsung mengenai peringatan hari Ibu ini.

ini rekaman dialognya:
liez: Mah, kenapa sih ada hari Ibu? (tanyaku iseng)
Ibuku: Kalo gak salah karena adanya kongres perempuan (Mamah mencoba mengingat-ingat)
liez: Menurut mamah nih, hari ibu itu gimana? (tanyaku penasaran)
Ibuku: Hari ibu gak ada maknanya sekarang! (dengan nada tegas)
liez: Lho, maksudnya? (aku bingung)
Ibuku: ya iya, "Ibu" hari ini bukan lagi "ibu" yang seharusnya
liez: Oh..emangnya mesti gimana?
Ibuku: Lihat saja ibu-ibu jaman sekarang sudah tidak menjadi seorang ibu yang baik. Untuk hal menyusui anaknya saja diserahkan pada sapi.
liez: Sapi? (tertawa)
Ibuku: Iya, Sapi. Mereka dengan berbagai alasan enggan menyusui anaknya.
liez: alasan karier mah. kan emansipasi (eman si sapi kaleee hehe-sebenarnya nyindir seh...)
liez: sekarang Banyak kan mah seorang ibu yang harus menopang ekonomi rumah tangganya. ada juga yang memang ingin cari tambahan materi. mandiri gitu mah.
Ibuku: Bagus sih kalo mandiri, perempuan berkarir, membantu ekonomi keluarga, tapi mestinya ia tetap ingat akan peran pentingnya sebagai seorang ibu.
liez: tapi kan banyak juga tuh yang anaknya berhasil walopun gak disusui langsung sama ibunya dulu..beda zaman kali mah...(pancingku lagi)
Ibuku: dalam Al-qur'an kan juga sudah disebutkan..itu loh..mamah lupa. Artinya memang Ibu harus tetap mengingat bagaimana posisi pentingnya sebagi ibu. itu yang dilupakan sekarang. memang zaman udah beda. Tapi tetap saja mesti ingat dengan peran penting seorang ibu.
liez: iya..iya..tapi kan mah gak semua ibu mampu menyusui anaknya. ada juga yang kurang baik kesehatannya. atau memang tidak bisa menyusui.
ibuku: ya itu beda lagi masalahnya...
Ibuku: intinya, untuk hari ibu ini, mestinya para ibu mampu menyadari bagaimana peran pentingnya terhadap anak, keluarga..

*bahasa dialog telah mengalami penyesuaian ^_^
- - - -
Aku jadi ingat, katanya untuk menjadi orang tua (ibu), kita sudah harus siap 25 tahun sebelumnya. Yang namanya jadi ibu kudu siap lahir batin. Gak hanya gape ngelahirin hehe..tapi, mulai dari menyusui anak, sampe mendidik anak. Ya, kalo gak disiapin n gak serius, gimana bisa mendapat generasi yang lebih baik ya? Kalo ibunya aja kayak ABG gayanya...gimana anaknya coba. mungkin agak generalisasi ya. Kalo ibunya awet muda itu mah hal lain lagi...
Masih ingat dengan pepatah:
Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah...

Banyak anak yang gak tau diri, tapi zaman kini banyak pula ibu yang "tak kenal dirinya"

oya, tentang ayat AlQur'an yang tadi disebut ibuku, setelah ku cari di algur'an digital...aku kutipkan disini ya:

QS:2: 233.
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
- - - -
Dari hasil "tanya-tanya" dengan paman Wiki, aku baru tahu kalo hari Ibu itu didasari oleh bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Sebenarnya, Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Ada juga Peringatan dan perayaan yang dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Ibu atau Mother’s Day diperingati setiap bulan Maret. Di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret.

Nah lho...ternyata gitu kata paman Wiki...
sekarang bagi kita akan memaknai hari ibu sebagai apa. Perlu tidaknya diperingati dan misi apa yang akan dibawa dalam peringatan itu. Menurutku, jika kita memang ingin mengembalikan eksistensi seorang ibu, maka kita pun sebagai seorang perempuan yang akan menjadi calon-calon ibu harus menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya. Tidak hanya kecerdasan intelektual, emosional, kepiawaian dalam urusan rumah tangga dll. Kesemuanya itu adalah campur aduk antara pengetahuan juga bakat "keibuan"..kalo yang gak ada sama sekali bakatnya, mungkin akan terasah juga nantinya, yang penting ada niat kesungguhan menjadi seorang ibu sejati. Seorang ibu sejatinya mampu memberikan teladan yang baik bagi generasinya. karena seorang ibu adalah pilar peradaban.

**kita adalah pilar-pilar peradaban! nantinya akan menjadi pancang utama peradaban. Saya Wanita! dari rahim-tangan-jiwa akan membentuk peradaban!!! Makanya dipupuk dari sekarang, menjalani hari sebagai kekuatan, semangat, belajar,. Begitupun kaum adam, darinya juga tercipta peradaban, pembentuk peradaban. Maka bersiaplah jadi perekayasa peradaban, pencetak mujahid/ mujahidah. Tapi sebelumnya kita menjadi mujahid dan mujahidah lebih dulu..buat saya! semangat nah :)
[sms seorang sahabat-05:11/12.12.08]

Bagi para IBU: Selamat Hari IBU-bukan karena 22 Desember..tapi karena semua baktimu pada ummat, negeri ini.
Selamat bagi para ibu yang telah berhasil melahirkan generasi kebanggaan bangsa.

Selamat dan Tetap semangat bagi para ibu yang dengan kepayahan mendidik putra-putrinya berjuang untuk kemenangan ummat

Selamat bagi para calon Ibu, ditanganmulah agama dan negeri mengharapkan generasi kuat pemimpin bangsa

Selamat dan teruslah belajar, teruslah berjuang bagi para perempuan. Ingatlah senantiasa bahwa KITA adalah PILAR PERADABAN !!!

Mom,
Thankz for everything...
Ketulusan dan perjuanganmu hingga aku besar kini

May Allah Bless Us

MENGUTIP PUNYA LIEZ...rumah-liez.blogspot.com

 
posted by Nurul....:) at 20:14 | Permalink | 0 komen ta'
Nov 11, 2008
semanget........t...
menjemput impian..............menjemput kemungkinan-kemungkinan
 
posted by Nurul....:) at 22:12 | Permalink | 0 komen ta'
Nov 10, 2008
Beck 2 zero...kalibrasi hidup( Allahu Akbar)

Kalibrasi hidup

Pagi itu langit cerah kunikmati dan kutunggu sejak subuh,saya berjalan menuju pintu terdepan di kost-an menengadah ke langit biru itu….biru!saya tersenyum lugu, saya tahu pagi itu kupaksakan diri untuk tersenyum walau hati ini sedikit terjebak akan kesedihan, saya tahu kesedihan yang kuciptakan sendiri, sedih yang tak berujung, sedih yang takkan mendapat solusi, hallah bodoh kau Nurul, gumamku!

Kembali ke NOL-kata-kata ini sedikit mengganggu subuhku, tapi saya coba berpikir positif akan kata-kata ini sembari melaraskan usahaku untuk meng-kalibrasi hidupku!

Kembali ke NOL, analoginya mungkin seperti hari ini, kita memulai subuh hari, semuanya kembali ke NOL, mulai untuk merancang masa depan sendiri, memulai hari-seperti langit biru itu, saat ini kita dapati dan menikmati langit itu tanpa merasakan perihnya mata ini….seiring berjalannya waktu jelang siang saya takkan menikmati langit itu seperti pagi tadi…tak seindah langit pagi tadi!dan ini berlansung setiap hari selama kita menikmati udara, langit biru itu…jadi Kembali ke NOL terjadi di hidup kitaiap setiap saat

Kembali ke NOL, apakah ini akan menyakitkan hati!senantiasa tejadi di hidup ku, saya tersenyum sendiri..apakah sekedar kembali ke NOL, terus sebelumnya dia berada di titik mana? Kalibrasi hidup emang perlu Nurul…kuyakinkan dalam hatiku.

Kembali ke NOL, kenapa takut jika ini awal untuk buat saya berani

Kembali ke NOL, kenapa sedih jika ini awal untuk mulai bahagia

Kembali ke NOL, kenapa saya down jika ini awal untuk meraih spirit itu kembali

Kembali ke NOL-satu jawabannya, dan sayapun bahagia tersenyum lagi-demi kalibrasi hidup

Terimah kasih kepada Pencipta yang memberikan kepekaan dan jalan, bukan sedih tapi ini ujian buatku untuk menciptakan NOL, dan membiasakan diri dengan kata-kata itu (kembali ke NOL), dan kebiasaan akan kelapangan hatiku insyAllah akan membentukku..

At d first you make habbits, at d last habbits make u (Zero 2 Hero)

Sambut pagi dengan senyuman, sebelum berangkat kerja,

bertarung dengan hati dan perasaan akan kerasnya hidup…semangat!!!!!!!

Labels:

 
posted by Nurul....:) at 19:28 | Permalink | 0 komen ta'
Nov 4, 2008
.......I like it galz
Saya memang menyukai....
(an ordinary object seemed elegant object)
Bunga di tepi jalan.......
edited by irwansyah,maap ku aplod gambarna_jzakallah




 
posted by Nurul....:) at 19:51 | Permalink | 0 komen ta'
Nov 2, 2008
just like me.......stil in my mind
setiap kita dititipkan rasa senang dan sedih...senang
dikala apa yang kita harapan dan kenyataan
menjadi nyata dan sedih bila sebaliknya...keduanya
datang silih berganti, Dia Maha Tau setiap hal yang
terbaik buat kita yang tak dapat kita jangkau

..boleh jadi kita sedih karena kenyataan dan
harapan kita tidak selaras, kemudian seketika
kita senang dan bahagia karena ternyata diberi
yang lebih baik...banyak-banyaklah bersyukur atas apapun yang
terjadi dari setiap sisikehidupan kita agar kita
lebih tabah, sabar dan tangguh terhadap setiap
cobaanNya...Ingat saudariku, layang-layang
takkan terbang tinggi tanpa di dera angin yang
kencang....tetap semangat dan tersenyum

Labels:

 
posted by Nurul....:) at 20:11 | Permalink | 0 komen ta'
Oct 16, 2008
persaudaraan

Persaudaraan……..

Sebuah anugerah yang terindah dan berharga di hidup ini
Saudara bukan dari ikatan darah namun lahir dari ikatan hati
Sayangnya kemudian melebihi dari cinta
Saudara yang bisa meneteskan air mata karena kisah kita
Saudara yang mencari, dikala merindukan kita
Saudara yang tak pernah luput dari ingatan ketika jauh….
Saudara bisa mendengar kita dengan hati
Saudara bisa melihat kita dengan hati
Saudara yang memberi senyumnya dengan hati
Saudara yang bisa mengerti kita dengan hati
Carilah.. seperti ini…yakinlah .. tidak mudah untuk mendapatkannya
Dan sekali dapatbersyukurlah… dan jagalah
Persaudaraan akan terjaga…hingga usia senja
Salam Persaudaraan

Kisah Persaudaraan….

Hey.. aku memandangmu dari jauh bukannya aku tak menjaga yang seharusnya kujaga_tapi aku memperhatikan sesuatu yang banyak menginspirasi diriku untuk semakin saying padamu , bukankah itu tas lusuhmu, bukankah itu sendal mu yang tak termakan jaman.. ya tas itu dua tahun lalu kau masih memakai tas yang sama, tapi buatku tas itu amat hebat, tas itu berharga untukmu, tas itu berharga bagi orang banyak, berbagai macam barang yang pernah kau isi, meski kutahu itu bukan untuk kepentinganmu, tapi tas itu selalu memberi beban pundakmu….dan tas itu masih di pundakmu!
Dan tak kalah hebatnya lagi sendal itu, bukannya kau tak mampu untuk membeli, kua tahu ada yang lebih prioritas untukmu…tetapi dirimu masih percaya diri untuk memakainya, dimana sangat jarang orang2 memiliki rasa ini.. semua masi di dominasi rasa malu..tapi pijakan mu masi di atas sendal itu yang semakin hari semakin pupus oleh gesekan kerasnya pijakannya, entah berapa jarak yang di tempuh selama kau memakainya…sendal itu hebat bukan?
 
posted by Nurul....:) at 04:42 | Permalink | 0 komen ta'
Pesona......itu
Pesonamu adalah putih
Seperti mutiara yang indah untuk dipandang di setiap sudutnya
Bukan pesona yang berbuah petaka
Pesonamu adalah ketulusan
Yang menjadikanmu Mentari
Membagi Cinta dari Cahayanya dan tak berharap kembali
Pesonamu adalah cinta yang abadi
Cinta yang takkan menggadaikan keimanan
Cinta yang takkan menggadaikan kemanusiaan
Hingga akhirnya kau merasakan
BUAH PESONA yang kau beri
Mungkin bukan sekarang tapi nanti
Menunggu waktuNya tepat untukku
CintaNya selalu indah pada untukku
Kutau juga akan indah untuk cinta ciptaanNya Untukku
Jika tiba pada waktuNya

Coretan Nurul, 04; 35 am, mencari pesona itu kembali.. di tengah temaramnya cahaya bulan,di tambah lagi syahdunya lantunan FirmanNya terdengar dari mesjid dekat rumahku, nampak cantik walau kutau malam itu sedikit trtutup awan….tapi bulan nampak indah kok kupandang dari celah rumahku dari lantai 2..mm..mm Subhanallah….indahnya Bulan..subuh pun datang...senyum
 
posted by Nurul....:) at 04:40 | Permalink | 0 komen ta'
Nurul-Out of d blue.. out of d ground zero
Nurul-Out of d blue.. out of d ground zero
I received an sms………………………………………………………………
Untuk kesekian kalinya saya akan mengatakan hidup…hidup!dan saya pun masih disini HIDUP… untuk menantangnya, saya tak suka air mata, meski sangat lekat dengan perempuan. Jangan sekali-kali untuk berkaca-kaca,hingga akhirnya menetes di pipimu……jangan Nurul!

Meski ku tahu air mata itu bukan berarti indikasi akan kekalahan melawan hidup, kutahu ada ketegaran di setiap buliran air mataku bukan kelemahan, saya tahu siapa diri ini dan tabiatnya sendiri sembari melihat pundak dan mencoba menepuk sendiri pluk…pluk..plukk cayyo ukh, air mata itupun sangat mudah untuk menggenang akhirnya mengalir juga di sudut mataku, saya kadang bertanya sendiri..Maha Indah yang menciptakan air mata yang sangat tahu kondisi hati, batin saat ini.. energi apa yang menggerakkan sehingga buliran itu secara spontan menggenang….terus dan terus. Ah sudahlah malam ini sedikit kudapatkan jawaban dari pemaksaan terhadap nalarku untuk berpikir jauh dan lebih ilmiah.

Udara malam !!!lama saya tak menikmatinya, merasakan indahnya berkhalwat denganNya.. merasakan heningnya hidup. Kucoba untuk mengalihkan pandangan kelangit lepas kaca jendela yang berwarna hitam ..uh indah Subhanallah!bulan tak bulat sempurna, tak sempurnqa seperti malam-malam yang lalu. Tapi apapun itu bulan itu indah, apalagi di tengah temaramnya.. oups ada cecak itam.. melintas..bergumam di dalam hati huh cecak iyya na gangguki’ bela… hehe senyum sejenak. Begitu tega cecak itu , menganggu kenikmatanku melihat bulan itu.

Seakan ingin kutanyakan beberapa pertanyaan…apapun pilihannya essai ataukah choice hehehehe, ingin kutanyakan sesuatu; Apakah hewan melata itu menyimak indahnya bulan?namun kenapa dia berdiam lama disitu, pas tepat titik garis yang menghubungkan pandanganku dengan bulan, atokah cecak itu memandangi saya ataukah bulan?Narsis seketika..huhhh… Entahlah pertanyaan konyol pun mengisi kepala saya, pertanyaan dimana anak SD pun bias menjawabnya…Jdan jawabannya adalah tanya’ aja sama cecaknya…nah loh

Sayapun masih berdiri, merasakan suhu badan yang di atas normal, gejala demam kayaknya, yang beberapa hari juga sempat saya rasakan namun immune dalam tubuhku masih bias bertahan dari gejala demam itu sendiri. Jam belum menunjukkan pukul 2 dini hari –ini waktu yang tepat untuk untuk berdua denganNya. Saya mau cerita tentang lembaran kehidupan padaNya, kutahu semua bermuara padaNya

Kutahuapa yang terjadi saat itu, segala gundah, gelisah dan keceriaan, termasuk rejeki makanan yang saya terima, karena tidak menghadiri buka puasa…eh tau2 ada panitia datang kerumah bawakan soto banjar dan es buah….yummi!!!

Saya mau Dia tahu semuanya tentang indahnya persaudaraan, dan kominitas baru yang kudapati..ehm di kampong sendiri, walaupun dengan ke MahaanNya, tanpa kuberitahupun Dia sudah tahu.

Ku ambil novel itu.. kubaca bagian yang paling menginspirasi malam ini

Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah kehilanganNya
Tak akan ada yang merebut Allah yang kau cintai itu dari hatimu
Takakan ada yang merampas Allah
Jika engkau bermesraan dengan Allah, Hidup Bersama Allah
Kau tidak akan berpisah denganNya
Allah Akan setiap menyertaimu
Allah Takkan berpisah denganmu

Di Pertengahan Ramadhan…..
Lay may head on my Sajadah….suddenly my tears flowsdown…My God!!!!
Kini berada di titik pasrah yang terendah mi .. kasihan….

 
posted by Nurul....:) at 04:33 | Permalink | 0 komen ta'
Sep 9, 2008
life...oh life

(gambar dari....)
dady...oh dady u know hw much i loveeeeeeee u
i need u 4eve, i stiil by ur side
dady...oh dady

teringat lagu ni di kala kecil dulu
dan hampir-hampir saya tak pernah merasakan
romantisme darinya(")...sampai umur saya senja
life...oh life...oh life.....
terimah kasih Allah swt , atas lembaran kehidupan yang telah diberikan
sampe hari ini, yang berlalu selalu punya hikmah, karena kita berfikir!!
no matter what, us stil my fahter...karena aku ada, maka engkapun ada
selalu di hatiku yang terdalam.....aku rindu !!!!;(...
 
posted by Nurul....:) at 19:54 | Permalink | 0 komen ta'